Mesin Pencari Ilmu Peternakan Dot Com

Loading...

Sunday, September 4, 2011

Obat Alternatif Pembasmi Hama Ulat pada Kacang Panjang

Sebagian besar masyarakat di Indonesia bermata pencaharian sebagai petani. Pemenuhan kebutuhan sehari-hari, masyarakat menggantungkan pada hasil-hasil pertanian, baik yang bersumber dari tanaman padi, palawija, sayur-sayuran maupun dari buah-buahan. Para petani sangat mengharapkan setiap tanaman yang ditanam bisa menghasilkan panen yang melimpah dan bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

Disamping bermata pencaharian sebagai petani, ternak merupakan peliharaan yang umumnya di budidayakan oleh petani. Mulai dari hanya beberapa ekor, sampai dengan puluhan bahkan ratusan ekor. Ternak yang dipelihara juga bermacam-macam, mulai dari ternak unggas seperti ayam kampung, bebek, entog sampai ternak besar seperti kambing, domba dan sapi. Hasil dari ternak, umumnya digunakan sebagai pendukung mata pencaharian utama dan sebagian kecil yang menjadikannya sebagai mata pencaharian utama. Jadi, integrasi bidang pertanian-peternakan diharapkan lebih ditingkatkan lagi pada banyak aspek.

Kacang panjang merupakan tanaman sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani. Selain digemari oleh masyarakat, kacang panjang juga merupakan sumber protein dan berbagai zat penting dalam tubuh. Berdasarkan Wikipedia (08/08/2011), dalam ukuran porsi 100 gram kacang panjang terdapat 47 kalori, 0 gram lemak total, kolesterol 0 mg, natrium 4 mg (0% nilai harian), 8 gram karbohidrat total (2% nilai harian), dan 3 gram protein (nilai harian 5%). Ada juga 17% DV vitamin A, 2% DV besi, 31% DV vitamin C, dan 5% DV kalsium. (Persen nilai harian berdasarkan diet 2000 kalori nilai harian individu bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung pada kebutuhan kalori masing-masing). Kacang panjang selain digunakan sebagai masakan, juga banyak yang menggunakan sebagai obat alternatif untuk mengobati beberapa penyakit seperti peluruh kencing, sakit pinggang, batu ginjal, animea, sembelit dan antikanker.

Serangan ulat (maruca sp.) merupakan hama yang sangat meresahkan para petani kacang panjang. Gejala awalnya dapat ditandai dengan gugurnya bunga kacang satu per satu sampai dengan rontoknya bunga pada kacang panjang yang bisa menyebabkan petani kacang panjang bisa gagal panen. Jika petani petani menjumpai banyak lubang gerek pada buah kacang panjang, hal tersebut menunjukkan bahwa kacang panjang telah diserang oleh hama kacang panjang pada saat pembuahan.

Sampai saat ini, serangan ulat hama kacang panjang masih menjadi masalah yang harus diselesaikan oleh petani. Obat pembasmi hama pun menjadi solusi bagi petani untuk membasmi hama ulat. Harga pestisida tidak menjadi masalah untuk petani kacang panjang dengan skala besar dan menengah, tapi akan terasa sangat mahal bagi petani kacang panjang skala kecil. Biaya operasional bisa menjadi besar, sehingga keuntungan yang seharusnya didapatkan petani akan berkurang.

Dibutuhkan adanya obat pembasmi hama ulat alternatif dengan harga yang terjangkau, sehingga petani kecil bisa memperoleh manfaat dari bertani kacang panjang. Klaten Online (25/01/2010), mengemukakan bahwa para petani kacang panjang di Dukuh Karangasem, Desa Pacing, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten mempunyai cara baru mempunyai cara baru dalam membasmi ulat pemakan daun tanaman dengan cara menggunakan minyak telon yang biasa dibalurkan ke tubuh bayi.

Metode baru ini didapatkan dari teman sesama petani kacang panjang dan setelah dipraktekkan petani di dukuh tersebut cukup ampuh untuk membasmi ulat yang menyerang tanaman kacang panjang. Harga minyak telon sangat terjangkau dibandingkan dengan obat pestisida yang beredar di pasaran.

Adapun cara menggunakan minyak telon yaitu sebagai berikut:
  1. Siapkan tangki penyemprot kacang;
  2. Siapkan air bersih sebagai pencampur sesuai dengan kebutuhan;
  3. Persiapkan air sebanyak 10 liter untuk dimasukkan ke dalam tangki semprot;
  4. Masukkan 2 sendok minyak telon dan campurkan ke dalam air 10 liter tadi;
  5. Setelah tercampur semprotkan ke tanaman kacang panjang.
Berdasarkan pengalaman para petani di Dukuh Karangasem, ulat akan mati secara perlahan-lahan. Memang belum ada jaminan, bahwa minyak telon ini akan ampuh seperti pestisida yang dijual dipasaran. Tapi, berdasarkan pengalaman petani kacang panjang di dukuh Karangasem, minyak telon ini bisa menjadi alternatif pembasmi ulat kacang panjang. Tidak ada salahnya mencoba, siapa tahu bisa efektif dan tentunya makin meningkatkan keuntungan bagi petani kacang panjang.

(Oleh: Priyono, S.Pt, M.Si)
4 September 2011

Sumber PIC 1: Gerbang Pertanian Link
Sumber PIC 2: Info Padang Link
Sumber PIC 3: Klaten Online Link

Comments :

0 comments to “Obat Alternatif Pembasmi Hama Ulat pada Kacang Panjang”

Cari Artikel Lain, Ketik Kata Kuncinya disini

ILMU PETERNAKAN

Top Post

YM Online

Join Us

Share It...,,

Share |

Send Us Your Feedback


"Dari berbagai sumber" atau "Pustaka" pada beberapa tulisan di Situs ini yang mengutip dari sumber lain dicantumkan nama pengarang dan tahunnya (didalam naskah tulisan), sedangkan yang tidak dicantumkan merupakan pengalaman dan pengetahuan dari penulis. Bagi anda yang akan memberikan kritik dan saran dapat menghubungi saya lewat alamat email: priyono.spt@gmail.com
(ILMU PETERNAKAN Site Admin)

Donate your Article


"Situs ILMU PETERNAKAN merupakan pusatnya dunia peternakan. Bagi siapa saja yang peduli akan potensi peternakan. diharapkan dapat menyumbangkan artikel, jurnal, atau lainnya untuk dapat dipublikasikan di situs ini lewat Email: priyono.spt@gmail.com. Jangan lupa disertakan CV singkat anda. Terimakasih."
(ILMU PETERNAKAN Site Admin)
 

Copyright © 2009 by ILMU PETERNAKAN