Mesin Pencari Ilmu Peternakan Dot Com

Loading...

Monday, August 8, 2011

Cara Membedakan Jenis Kelamin Betina dan Jantan pada Kelinci

Saat ini mulai banyak masyarakat yang mulai menekuni untuk membudidayakan kelinci. Mengingat saat ini budidaya kelinci jika ditekuni dengan baik akan menghasilkan pendapatan untuk peternak yang membudidayakannya. Selain itu, banyak juga masyarakat yang memelihara ternak kelinci untuk menyalurkan hobi. Dengan postur tubuh kelinci yang menarik dan lucu, masyarakat akan sangat tergoda untuk membeli kelinci dan memeliharanya.

Kelinci pada awalnya merupakan ternak liar yang hidup dibenua afrika hingga ke daratan eropa. Kelinci masuk kedalam golongan hewan mamalia famili leporidae. Saat ini kelinci banyak ditemukan dibanyak belahan bumi. Penelitian mengenai produksi dan nutrisi untuk ternak kelinci juga sudah banyak yang dilakukan oleh para pakar peneliti, perguruan tinggi maupun praktisi peternakan.

Berdasarkan animo masyarakat yang senang dengan kelinci, maka sebelum membeli harus bisa jeli membedakan kelinci yang berjenis kelamin jantan maupun kelinci yang berjenis kelamin betina. Jangan sampai salah membeli, misalkan rencana membeli sepasang kelinci jantan dan betina, akan tetapi setelah ditunggu sampai besar ternyata kelincinya berjenis kelamin jantan semua.

Adapun kelinci merupakan hewan yang memiliki masa kebuntingan 28 sampai 35 hari dengan masa produksi 1 sampai 3 tahun. Umur dewasa kelinci berkisar antara 4 sampai 10 bulan dan umur dikawinkan antara 6 sampai 12 bulan. Jumlah anak per kelahiran bisa mencapai 4 sampai 10 ekor kelinci. Hal ini merupakan dasar yang harus diketahui oleh orang yang hendak memelihara atau membudidayakan kelinci.

Informasi cara menentukan jenis kelamin kelinci adalah sangat penting, terutama untuk pemula yang hendak memelihara kelinci pasangan. Jika membeli kelinci pasangan ketika masih kecil tidak masalah, akan tetapi jika sudah mengalami masa pubertas, kelinci bisa saling menciderai.

Langkah yang dilakukan untuk membedakan jenis kelamin kelinci yaitu: baringkan ternak kelinci pada lengan kiri anda, buatlah posisi senyaman mungkin pada kelinci, sehingga ternak kelinci tidak bergerak-gerak atau berontak. Kelinci bisa dibaringkan diatas pangkuan anda, dengan posisi kepala kelinci diapit oleh lutut. Selanjutnya bentangkanlah sedikit kaki kelinci dan tarik ekor dengan tangan kanan sampai anda bisa melihat ke 2 lubang sekresinya dengan sedikit melakukan tekanan dengan tangan kiri pada bagian perut.

Anda akan melihat, bahwa lubang yang mendekati ekor merupakan lubang anus, sedangkan lubang yang mendekati perut merupakan lubang kelamin. Untuk kelinci jantan dewasa sangat mudah membedakannya, karena dapat dilihat langsung ada testis atau tidaknya. Untuk ternak yang masih muda, berikanlah tekanan sedikit lagi pada kulit alat kelaminnya. Jika bentuknya menonjol dan menyerupai penis, maka dapat dipastikan itu adalah jantan, sedangkan jika membentuk lingkaran murni dan agak memanjang, maka kelinci tersebut merupakan ternak kelinci betina. (Ditulis oleh Priyono, S.Pt, M.Si)

Comments :

0 comments to “Cara Membedakan Jenis Kelamin Betina dan Jantan pada Kelinci”

Cari Artikel Lain, Ketik Kata Kuncinya disini

ILMU PETERNAKAN

Top Post

YM Online

Join Us

Share It...,,

Share |

Send Us Your Feedback


"Dari berbagai sumber" atau "Pustaka" pada beberapa tulisan di Situs ini yang mengutip dari sumber lain dicantumkan nama pengarang dan tahunnya (didalam naskah tulisan), sedangkan yang tidak dicantumkan merupakan pengalaman dan pengetahuan dari penulis. Bagi anda yang akan memberikan kritik dan saran dapat menghubungi saya lewat alamat email: priyono.spt@gmail.com
(ILMU PETERNAKAN Site Admin)

Donate your Article


"Situs ILMU PETERNAKAN merupakan pusatnya dunia peternakan. Bagi siapa saja yang peduli akan potensi peternakan. diharapkan dapat menyumbangkan artikel, jurnal, atau lainnya untuk dapat dipublikasikan di situs ini lewat Email: priyono.spt@gmail.com. Jangan lupa disertakan CV singkat anda. Terimakasih."
(ILMU PETERNAKAN Site Admin)
 

Copyright © 2009 by ILMU PETERNAKAN