Saturday, December 19, 2009

Memanfaatkan Kulit Kakao Sebagai Pakan Ternak

Priyono, S.Pt

Alumnus Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Mahasiswa Magister Ilmu Ternak Universitas Diponegoro

Email: priyono.spt@gmail.com


Pakan merupakan hal vital yang harus dicukupi kebutuhannya bagi ternak, sehingga ternak dapat berproduksi dengan baik dan maksimal. Ternak harus mendapatkan asupan pakan yang balance atau seimbang baik dari segi kualitas maupun segi kuantitas. Segi kualitas yaitu bahwa ternak mendapatkan pakan sesuai dengan kebutuhan nutrisi baik untuk hidup pokok, aktivitas kerja, bunting, maupun menyusui. Sedangkan dari segi kuantitas yaitu bahwa ternak mendapatkan pakan sesuai dengan kebutuhannya dalam bentuk volume pakan yang diberikan pada ternak.


Peningkatan populasi ternak merupakan program yang sedang gencar-gencarnya digalakkan oleh semua pihak terkait. Meningkatnya populasi ternak akan memberikan peluang perolehan pendapatan yang lebih tinggi sehingga kesejahteraan petani dan peternak dapat meningkat. Peningkatan kesejahteraan petani dan peternak ini akan menurunkan angka kemiskinan di negara kita. Hal ini merupakan langkah positif yang harus kita dukung bersama demi kemajuan bangsa kita.


Masalah yang umumnya dihadapi oleh peternak akibat adanya penambahan populasi ternak, yaitu terbatasnya pakan. Khususnya ternak ruminansia, areal lahan untuk penanaman hijauan pakan atau rumput semakin hari semakin menyempit, karena adanya alih fungsi lahan dari tahun ke tahun yang semakin tinggi. Mengingat hal ini dibutuhkan strategi yang tepat dalam mengimbangi peningkatan populasi ternak dalam hal ketersediaan pakan.


Hal tersebut diatas akan menyebabkan ternak ruminansia yang masih tergantung akan hijauan harus diberikan alternatif pakan lain yang memiliki kualitas nutrisi yang dibutuhkan oleh ternak. Apalagi jika musim kemarau datang, maka ketersediaan hijauan juga akan semakin menipis, sehingga ternak ruminanisa tersebut diusahakan dapat diberikan pakan yang berasal dari sumber pakan yang melimpah.


Sebagian besar masyarakat kita yang berprofesi sebagai petani, terdapat banyak limbah pertanian dan perkebunan yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dengan melakukan pengolahan terlebih dahulu. Limbah pertanian dan perkebunan yang umumnya banyak tersedia yaitu jerami padi, kulit buah kakao, jerami jagung, pucuk tebu, jerami kacang tanah dan jerami kedelai. Kulit kakao dapat diberikan pada ternak dalam bentuk segar maupun diolah dahulu menjadi tepung sebagai bahan pakan. Umumnya kulit buah kakao dimanfaatkan sebagai persediaan pakan ternak kambing pada musim kemarau.


Kulit buah kakao merupakan limbah agroindustri yang berasalah dari tanaman kakao yang umumnya dikenal dengan tanaman coklat. Komposisi buah kakao terdiri dari 74% kulit, 24% biji kakao dan 2% plasenta. Setelah dilakukan analisis proksimat, kakao mengandung 22% protein dan 3 – 9% lemak (Nasrullah dan Ela, 1993). Kulit buah kakao dapat dimanfaatkan sebagai substitusi suplemen 5 – 15% dari ransum pada ternak domba dan pada ternak sapi dapat meningkatkan pbbh 0,9 kg/hari dengan diolah terlebih dahulu. Kulit buah kakao perlu difermentasi terlebih dahulu untuk menurunkan kadar lignin (Anonim, 2001).


Kulit kakao dapat diolah dengan cara dilakukan fermentasi terlebuh dahulu maupun tanpa perlakukan fermentasi. Fermentor yang dapat digunakan untuk proses fermentasi dapat menggunakan Aspergillus Niger. Caranya yaitu kulit kakao dipotong dan dicincang terlebih dahulu, kemudian dibasahi dengan Aspergillus Niger dan selanjutnya ditutup dengan karung goni maupun menggunakan plastik. Setelah kulit kakao terfermentasi kemudian dikeringkan selama 2 – 3 hari untuk kemudian digiling menjadi tepung sebagai bahan pakan penguat ternak kambing, sapi dan bahkan dapat dimanfaatkan untuk ternak ruminansia seperti ayam dan babi.


Pengolahan kulit kakao tanpa fermentasi dilakukan dengan cara memotong dan mencincang kulit kakao terlebih dahulu, kemudian dijemur dibawah sinar matahari sampai kering. Setelah benar-benar kering kulit buah kakao ini ditumbuk, kemudian diayak. Pemberiannya dapat dicampur dengan bahan pakan lain seperti bekatul maupun jagung giling. Semoga bermanfaat.


Referensi


Anonim, 2001. Sosialisasi dan Diseminasi Teknologi Pengkajian Ternak dengan Pemanfaatan Limbah Kakao. Instalasi Pengkajian Penerapan Teknologi Pertanian (IPPTP), Makassar.


Nasrullah dan A. Ella, 1993. Limbah Pertanian dan Prospeknya Sebagai Sumber Pakan Ternak di Sulawesi Selatan. Makalah. Ujung Pandang

Comments :

1
Zea said...
on 

kalau dg limbah kopi apa sudah diteliti___

Cari Artikel Lain, Ketik Kata Kuncinya disini

Mesin Pencari Ilmu Peternakan Dot Com

Loading...

ILMU PETERNAKAN

Top Post

YM Online

Join Us

Share It...,,

Share |

Send Us Your Feedback


"Dari berbagai sumber" atau "Pustaka" pada beberapa tulisan di Situs ini yang mengutip dari sumber lain dicantumkan nama pengarang dan tahunnya (didalam naskah tulisan), sedangkan yang tidak dicantumkan merupakan pengalaman dan pengetahuan dari penulis. Bagi anda yang akan memberikan kritik dan saran dapat menghubungi saya lewat alamat email: priyono.spt@gmail.com
(ILMU PETERNAKAN Site Admin)

Donate your Article


"Situs ILMU PETERNAKAN merupakan pusatnya dunia peternakan. Bagi siapa saja yang peduli akan potensi peternakan. diharapkan dapat menyumbangkan artikel, jurnal, atau lainnya untuk dapat dipublikasikan di situs ini lewat Email: priyono.spt@gmail.com. Jangan lupa disertakan CV singkat anda. Terimakasih."
(ILMU PETERNAKAN Site Admin)
 

Copyright © 2009 by ILMU PETERNAKAN