Thursday, October 15, 2009

Mengenal Berbagai Macam Cara Vaksinasi Pada Ternak Ayam Ras


Priyono, S.Pt
Alumnus Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman
Mahasiswa Magister Ilmu Ternak Universitas Diponegoro
Email: priyono.spt@gmail.com


Pada kesempatan sebelumnya penulis telah membagikan tips tentang cara-cara memulai sebuah usaha ternak itik. Dalam setiap kegiatan usaha budidaya ternak baik ternak itik maupun ternak lainnya, penyakit merupakan masalah yang harus selalu diwaspadai keberadaannya. Ternak yang terserang penyakit dapat menurunkan tingkat produksi dan bahkan dapat menyebabkan ternak yang bersangkutan mati. Dampak yang ditimbulkan adalah peternak menderita kerugian dari usaha yang dijalankannya.


Ternak itik dan ayam kampung umumnya lebih kebal terhadap serangan penyakit dibandingkan ternak unggas yang dipelihara secara intensif dan komersial seperti ayam niaga pedaging dan ayam niaga petelur. Ternak ruminansia baik besar maupun kecil juga kadang diberikan vaksinasi untuk pencegahan penyakit. Pada kesempatan kali ini, penulis akan mencoba memfokuskan pada ternak ayam niaga pedaging dan ayam niaga petelur.


Ayam niaga pedaging (ayam broiler) dan ayam niaga petelur merupakan ayam ras finansial stok yang ditujukan untuk konsumsi. Ayam ras ini sangat populer di masyarakat. Produk dari ayam ras, baik daging maupun telurnya harganya lebih murah dibandingkan dengan produk dari ayam bukan ras (ayam buras). Selain itu, waktu pemeliharaan untuk ayam pedaging dengan waktu 35 sampai 40 hari sudah bisa dipanen. Hal ini sangat memotivasi para perajin ternak untuk membuka usaha dan mengembangkan usaha ayam ras pedaging dan petelur.


Ayam ras ini, dalam pemeliharaan maupun budidayanya umumnya dilakukan secara intensif. Pada kenyataannya walaupun produksinya lebih tinggi dibandingkan dengan ayam buras, akan tetapi ayam ras lebih rentan terkena penyakit. Oleh karena itu diperlukan adanya pencegahan penyakit, salah satunya dengan cara vaksinasi. Vaksinasi merupakan kegiatan memasukkan virus yang telah dilemahkan virulensinya, sehingga ternak menjadi kebal terhadap serangan virus sejenis.


Terdapat berbagai macam cara vaksinasi pada ternak ayam ras. Peternak dipersilahkan untuk memilih cara vaksinasi yang tepat dan sesuai dengan kondisi ayam, umur ayam, dan ketersediaan vaksinnya. Beberapa cara vaksinasinya adalah sebagai berikut:


1. Tetes Mata atau Hidung
Cara vaksinasi ini umumnya dilakukan pada ternak ayam yang masih berumur beberapa hari, misalnya 4 hari. Larutan vaksin yang digunakan dalam larutan dapar. Cara vaksinasi tetes mata dilakukan dengan cara memegang ayam dengan tangan kanan dan tangan kiri memegang botol vaksin. Botol vaksin jika sudah menghadap ke bawah, diusahakan jangan dibalik menghadap keatas lagi. Teteskan larutan vaksin pada salah satu mata satu tetes tiap ekor. Jika vaksin sudah masuk, ayam akan mengedipkan mata berkali-kali. Dalam pelaksanaannya misal kita meneteskan pada mata sebeleh kanan, untuk ayam yang lainnya juga diteteskan pada mata sebelah kanan juga. Hal ini dilakukan untuk memudahkan identifikasi. Jika menggunakan tetes hidung, maka teteskan larutan vaksin pada salah satu hidung dan lubang yang lain ditutup. Jika vaksin sudah terhirup, kemudian ayam dilepaskan.


2. Tetes Mulut
Cara vaksinasi tetes mulut juga tidak jauh berbeda dengan vaksinasi tetes hidung maupun tetes mata. Tahap pertama yang dilakukan adalah melarutkan larutan vaksin dengan larutan dapar, kemudian dikocok dan diusahakan tidak sampai berbuih. Larutan vaksin tersebut kemudian diteteskan pada mulut ayam satu tetes tiap ekor. Jika sudah masuk, kemudian ayam dilepaskan.


3. Air Minum
Vaksinasi menggunakan air minum merupakan vaksinasi yang dilakukan pada ayam dengan cara memuasakan minum ayam selama kurang lebih 2 jam. Jika suasana panas, maka waktu pemuasaan air minum dapat dipersingkat. Kemudian sediakan air minum dalam jumlah yang cukup sesuai dengan kebutuhan proses vaksinasi. Diusahakan air minum yang digunakan aquades. Cara pencampuran vaksin dilakukan sesuai dengan petunjuk vaksin yang dibeli. Kemudian jika vaksin sudah tercampur dengan air minum, larutan tersebut diberikan pada ternak sebagai vaksin air minum.


4. Injeksi atau Suntikan
Cara vaksinasi injeksi atau suntikan dapat menggunakan vaksin aktif maupun vaksin inaktif. Vaksinasi ini menggunakan jarum yang telah disterilkan terlebih dahulu dengan cara direbus menggunakan air mendidih selama kurang lebih 30 menit. Kemudian cara vaksinasi dapat dilakukan intramuskuler (dibawah otot), intravena (dibawah vena) atau subkutan (dibawah kulit).


5. Tusuk Sayap atau Wing Web
Cara vaksinasi ini menggunakan alat khusus berupa jarum penusuk. Seperti biasa, jarum penusuk harus disterilkan terlebih dahulu dalam air mendidih selama kurang lebih 30 menit. Larutan vaksin yang akan digunakan dikocok dan diusahakan jangan sampai berbuih. Celupkan jarum penusuk kedalam larutan vaksin, kemudian tusukkan jarum pada sayam ayam yang telah direntangkan. Diusahakan menusuknya pada lipatan sayap yang tipis dan jangan sampai mengenai tulang, otot dan pembuluh darah.


6. Semprot atau Spray
Cara vaksinasi ini hampir sama dengan jika kita melakukan sanitasi kandang, yakni menggunakan alat semprot (sprayer). Diusahakan sprayer untuk vaksinasi khusus dilakukan untuk vaksinasi saja. Campurkan vaksin dengan aquades kedalam sprayer yang memang steril dan bebas karat. Larutan vaksin disemprotkan ke seluruh ayam dengan jarak 30-40 cm dari atas kepala ayam. Selang 30 menit kemudian, kandang dapat dibuka kembali dan kipas dapat dinyalakan lagi.


Keenam cara vaksinasi diatas merupakan cara vaksinasi yang umumnya digunakan oleh para peternak ayam ras. Semoga informasi mengenai cara-cara vaksinasi pada ayam ras dapat bermanfaat. Salam Peternakan!.

Comments :

2 comments to “Mengenal Berbagai Macam Cara Vaksinasi Pada Ternak Ayam Ras”

Setiyono said...
on 

Selamasore pak Priyono sebelumnya perkenalkan saya setiyono dari Yogyakarta. Saya ingin bertanya pada bapak bagaimana cara penyuntikan Obat dalam Hal ini Sulfamix yang di produksi oleh Medion bandung. Dimana menyuntiklnya, dipaha atau dimana. Sekian dan terima kasih. Salam sukses

princesetiyo@gmail.com

kutu kuliah said...
on 

Info yang bermanfaat...!

Cari Artikel Lain, Ketik Kata Kuncinya disini

Mesin Pencari Ilmu Peternakan Dot Com

Loading...

ILMU PETERNAKAN

Top Post

YM Online

Join Us

Share It...,,

Share |

Send Us Your Feedback


"Dari berbagai sumber" atau "Pustaka" pada beberapa tulisan di Situs ini yang mengutip dari sumber lain dicantumkan nama pengarang dan tahunnya (didalam naskah tulisan), sedangkan yang tidak dicantumkan merupakan pengalaman dan pengetahuan dari penulis. Bagi anda yang akan memberikan kritik dan saran dapat menghubungi saya lewat alamat email: priyono.spt@gmail.com
(ILMU PETERNAKAN Site Admin)

Donate your Article


"Situs ILMU PETERNAKAN merupakan pusatnya dunia peternakan. Bagi siapa saja yang peduli akan potensi peternakan. diharapkan dapat menyumbangkan artikel, jurnal, atau lainnya untuk dapat dipublikasikan di situs ini lewat Email: priyono.spt@gmail.com. Jangan lupa disertakan CV singkat anda. Terimakasih."
(ILMU PETERNAKAN Site Admin)
 

Copyright © 2009 by ILMU PETERNAKAN