Monday, August 24, 2009

Pencegahan Pencemaran Mikroba Patogen pada Daging Ayam

Priyono, S.Pt

Alumnus Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Mahasiswa Magister Ilmu Ternak Universitas Diponegoro

Email: priyono.spt@gmail.com

Pangan merupakan kebutuhan pokok makhluk hidup, tidak terkecuali manusia. Kondisi pangan yang sehat akan mempengaruhi mutu dari kualitas pangan yang dikonsumsi. Ketahanan pangan sangat perlu untuk dikaji dan diaplikasikan pada semua penghasil produk pangan, baik dari produk peternakan, pertanian maupun pada perikanan. Oleh karena itu, upaya penyediaan pangan baik dari segi kualitas maupun kuantitas terus diusahakan oleh pemerintah, salah satunya dengan program ketahanan pangan.

Perdagangan global saat ini membawa dampak pada produk pangan, terutama produk peternakan. Produk peternakan terutama daging ayam memiliki porsi besar disamping telur dan susu sebagai sumber protein hewani masyarakat. Dampak dari perdagangan global, yaitu adanya isu keamanan pangan. Isu tersebut dapat menurunkan minat masyarakat untuk mengkonsumsi produk asal ternak. Wuryaningsih (2005) dan Rahmianna (2006) mengemukakan bahwa isu keamanan pangan asal ternak yang meresahkan masyarakat yaitu kasus antaks, keracunan susu, flu burung, dan cemaran mikroba pathogen pada ternak.

Salah satu persayaratan dari kualitas daging ayam adalah bebas dari mikroba patogen. Terdapat banyak kasus penyakit yang disebabkan akibat cemaran mikroba patogen pada daging ayam. Baumler at al. (2000) menyatakan bahwa Terdapat penyakit yang disebabkan oleh Salmonella Enteritidis yang ditularkan melalui daging ayam, telur dan produk olahan dari ayam. Lebih lanjut Raharjo (1999) mengemukakan bahwa Salmonella dapat menginfeksi manusia dengan dikaitkan dengan karkas ayam mentah.

Titik dan Rahayu (2007) melaporkan beberapa hasil penelitian yang menyimpulkan bahwa ketidakamanan daging unggas dan produk olahannya di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor yaitu tingkat pengetahuan peternak, kebersihan kandang, serta sanitasi air dan pakan.

Penyakit lain yang dapat ditimbulkan dari adanya cemaran mikroba patogen, yaitu penyakit campylobacteriosis dengan gejala utama diare, demam, muntah, nafsu makan menurun dan leukositosis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri C. Jejuni. Menurut Poloengan et al. (2005), sekitar 20-100% daging ayam yang dipasarkan di Jabotabek tercemar bakteri C. Jejuni.

Supaya daging ayam terhindar dari pencemaran bakteri patogen maka diperlukan pencegahan yang dilakukan oleh berbagai pihak yang terlibat dalam proses produksi dan pemasaran daging ayam. Dalam menghasilkan daging ayam, produsen terutama peternak harus menerapkan tatalaksana pemeliharaan yang baik sehingga menghasilkan ayam yang sehat dan bebas dari penyakit. Disamping peternak, Rumah Pemotongan Ayam (RPA) merupakan pemegang peranan penting dalam menentukan kualitas daging ayam yang bebas dari kontaminasi mikroba patogen.

Daging ayam sampai ke konsumen melalui tahapan seperti pengecer atau pengusaha jasa rumah makan yang menjual daging ayam ke konsumen. Setiap individu memegang peranan penting dalam menjaga mutu keamanan pangan. Keamanan pangan harus diperhatikan mulai dari budidaya sampai bahan pangan tersebut dikonsumsi oleh masyarakat. Keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama antara produsen, pengolah, distributor, konsumen, dan pemerintah. Pemerintah berperan dalam penentu kebijakan yang berkaitan dengan keamanan pangan serta sebagai pengawas pelaksanaan aturan yang telah ditetapkan. Hal tersebut diharapkan dapat mengurangi adanya pencemaran mikroba patogen terhadap daging ayam.

Daftar Pustaka

Baumler, A.J., B.M. Hargis, and R.M. Tsolis. 2000. Tracing origin of Salmonella outbreaks. Science 287(5450): 50−52.

Poloengan, M., S.M. Noor, I. Komala, dan Andriani. 2005. Patogenosis Campylobacter terhadap hewan dan manusia. Prosiding Lokakarya Nasional Keamanan Pangan Produk Peternakan, Bogor, 14 September 2005. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. hlm. 82−90.

Raharjo, S. 1999. Teknik dekontaminasi cemaran bakteri pada karkas dan daging. Agrotech, Majalah Ilmu dan Teknologi Pertanian 19(2): 8.

Rahmianna, A.A. 2006. Aflatoksin pada kacang tanah dan usaha untuk mengendalikannya. Makalah disampaikan dalam Pertemuan Forum Aflatoksin Indonesia, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, 24 Februari 2006.

Titik, F.D. dan S. Rahayu. 2007. Cemaran Mikroba pada Produk Pertanian, Penyakit yang Ditimbulkan dan Pencegahannya. J. Litbang Pertanian. 26 (2): 67-75.

Wuryaningsih, E. 2005. Kebijakan pemerintah dalam pengamanan pangan asal hewan. Prosiding Lokakarya Nasional Keamanan Pangan Produk Peternakan, Bogor, 14 September 2005. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Bogor. hlm. 9−13.

Comments :

0 comments to “Pencegahan Pencemaran Mikroba Patogen pada Daging Ayam”

Cari Artikel Lain, Ketik Kata Kuncinya disini

Mesin Pencari Ilmu Peternakan Dot Com

Loading...

ILMU PETERNAKAN

Top Post

YM Online

Join Us

Share It...,,

Share |

Send Us Your Feedback


"Dari berbagai sumber" atau "Pustaka" pada beberapa tulisan di Situs ini yang mengutip dari sumber lain dicantumkan nama pengarang dan tahunnya (didalam naskah tulisan), sedangkan yang tidak dicantumkan merupakan pengalaman dan pengetahuan dari penulis. Bagi anda yang akan memberikan kritik dan saran dapat menghubungi saya lewat alamat email: priyono.spt@gmail.com
(ILMU PETERNAKAN Site Admin)

Donate your Article


"Situs ILMU PETERNAKAN merupakan pusatnya dunia peternakan. Bagi siapa saja yang peduli akan potensi peternakan. diharapkan dapat menyumbangkan artikel, jurnal, atau lainnya untuk dapat dipublikasikan di situs ini lewat Email: priyono.spt@gmail.com. Jangan lupa disertakan CV singkat anda. Terimakasih."
(ILMU PETERNAKAN Site Admin)
 

Copyright © 2009 by ILMU PETERNAKAN