Monday, July 20, 2009

Pengolahan Kompos Dari Limbah Usaha Peternakan Sapi Perah


Priyono, S.Pt
Alumnus Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman
Mahasiswa Magister Ilmu Ternak Universitas Diponegoro
Email:
priyono.spt@gmail.com




PENDAHULUAN


Kegiatan pembangunan peternakan harus memperhatikan keadaan lingkungan sekitarnya. Dengan adanya usaha peternakan selain dihasilkan produk peternakan baik berupa daging maupun susu, juga menghasilkan limbah yang harus dikelola dengan baik. Limbah dari usaha peternakan dapat berupa padatan dan cairan. Bentuk padatan terdiri dari feses/kotoran ternak, ternak yang mati, dan isi perut dari hasil pemotongan ternak. Bentuk cairan terdiri dari urine ternak, air sisa pembersihan ternak maupun air dari sisa pencucian alat-alat ternak.
Usaha peternakan sapi perah dengan skala usaha ternak lebih dari 20 ekor dan berada dalam satu lokasi akan menghasilkan limbah yang berdampak pada lingkungan. Hal tersebut sesuai dengan SK Mentan No 237/Kpts/RC410/1991 yang menyatakan bahwa perlu evaluasi terhadap lingkungan pada usaha peternakan sapi perah dengan skala lebih besar dari 20 ekor dan relatif terlokalisasi. Jumlah limbah satu ekor sapi dengan bobot 400-500 kg dapat menghasilkan limbah padatdan cair sebanyak 27,5-30 kg/ekor/hari. Oleh karena itu, evaluasi lingkungan benar-benar harus diperhatikan (Hidayatullah et al., 2005).
Semakin bertambahnya populasi ternak sapi perah seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan konsumsi susu, akan menghasilkan banyak limbah yang harus ditangani. Adanya pencemaran lingkungan akibat limbah usaha ternak sapi perah umumnya mendapat protes dari warga masyarakat yang terkena dampaknya, umumnya air sungai menjadi kotor, muncul penyakit kulit dan gatal-gatal serta menimbulkan bau yang tidak sedap. Hal tersebut selaras dengan Juheini (1999) yang mengemukakan sebanyak 56,67% peternak sapi perah membuang limbah ke badan sungai tanpa pengelolaan, sehingga terjadi pencemaran lingkungan.
Pengelolaan limbah yang kurang baik akan membawa dampak yang serius pada lingkungan, sebaliknya jika limbah dikelola dengan baik maka akan memberikan nilai tambah. Salah satu bentuk pengelolaan limbah yang mudah dilakukan yaitu dengan diolah menjadi pupuk kompos. Ginting (2007) mengemukakan bahwa kompos adalah hasil dari pelapukan bahan-bahan berupa kotoran ternak atau feses, sisa pertanian, sisa makanan ternak dan sebagainya. Dengan diolahnya limbah peternakan menjadi kompos akan membawa keuntungan pada peternak dan petani yaitu untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan dapat digunakan sebagai pupuk tanaman pertanian.


PEMBAHASAN

Limbah peternakan umumnya meliputi semua kotoran yang dihasilkan dari suatu kegiatan usaha peternakan, baik berupa limbah padat dan cairan, gas, ataupun sisa pakan (Soehadji, 1992). Limbah peternakan ini dapat diolah menjadi kompos yang memiliki banyak manfaat. Manfaat kompos diantaranya dapat memperbaiki struktur hara tanah, meningkatkan daya serap tanah terhadap air dan sebagai sumber makanan bagi tanaman diatasnya.
Kompos sering disebut dengan pupuk organik. Kompos dapat menambah unsur hara baik makro maupun mikro dalam tanah. Ginting (2007) menyatakan bahwa proses pengomposan dibantu dengan suhu 600C dan proses penguraian ini mengubah unsur hara yang terikat dalam senyawa organik sukar larut menjadi senyawa organik larut yang berguna bagi tanaman.
Pembuatan kompos secara alami membutuhkan waktu yang lama yaitu sekitar 2 bulan, baru dapat dimanfaatkan hasil penguraian dari kompos ini. Proses penguraian kompos dapat dipercepat dengan menggunakan bantuan activator pengomposan yang banyak dijual dipasaran seperti Stardex, EM4, Green Posnko dan bahan lainnya. Cara pengolahan kompos dengan menggunakan aktivator green posnko menurut Ginting (2007), yaitu:
a. Dilakukan persiapan bahan-bahan yang akan digunakan
b. Bahan yang akan diolah diperkecil ukurannya sekitar 5-10 cm
c. Green posnko dilarutkan dan ditambah gula merah pada malam sebelumnya
d. Bahan yang sudah diaduk diciprati dengan green posnko kemudian ditutup dengan selapis tanah
e. Hal ini dilakukan secara berulang-ulang sampai bahan yang ada habis Kemudia ditutup dengan goni 3-4 hari dengan suhu 10-50 derajat C
f. Apabila telah matang maka sudah menjadi pupuk organik

KESIMPULAN

Limbah peternakan ini dapat diolah menjadi kompos yang memiliki banyak manfaat diantaranya dapat memperbaiki struktur hara tanah, meningkatkan daya serap tanah terhadap air dan sebagai sumber makanan bagi tanaman diatasnya. Proses penguraian kompos dapat dipercepat dengan menggunakan bantuan activator pengomposan green posnko.


DAFTAR PUSTAKA


Ginting, N. 2007. Teknologi Pengolahan Limbah Peternakan. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.
Hidayatullah, Gunawan, K. Mudikdjo dan N. Erliza. 2005. Pengelolaan Limbah Cair Usaha Peternakan Sapi Perah Melalui Penerapan Konsep Produksi Bersih. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Vol 8 No 1, Maret 2005: 124-136
Juheini, N dan Sakryanu, KD. 1998. Perencanaan Sistem Usahatani Terpadu dalam Menunjang Pembangunan Pertanian yang Berkelanjutan : Kasus Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Jurnal Agro Ekonomi (JAE) Vol. 17 (1). Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian. Balitbangtan. Deptan. Jakarta.
Soehadji, 1992. Kebijaksanaan Pemerintah dalam Pengembangan Industri Peternakan dan Penanganan Limbah Petemakan. Makalah Seminar. Direktorat Jenderal Peternakan. Departemen Pertanian. Jakarta.
Surat Keputusan Menteri Pertanian, 1991. SK. Mentan No. 273/Kpts/RC410/1991 tentang Batasan Usaha Peternakan yang harus Melakukan Evaluasi Lingkungan. Departemen Pertanian. Jakarta.

Comments :

1
maulana gemilang said...
on 

pembuatan pupuk kompos dari kotoran sapi hanya dalam waktu 1-2 hari
untuk info lebih lanjut silahkan hub .087830003499
PIN 32F8D220
Kunjungi www.agribisnismsg3.blogspot.com

Cari Artikel Lain, Ketik Kata Kuncinya disini

Mesin Pencari Ilmu Peternakan Dot Com

Loading...

ILMU PETERNAKAN

Top Post

YM Online

Join Us

Share It...,,

Share |

Send Us Your Feedback


"Dari berbagai sumber" atau "Pustaka" pada beberapa tulisan di Situs ini yang mengutip dari sumber lain dicantumkan nama pengarang dan tahunnya (didalam naskah tulisan), sedangkan yang tidak dicantumkan merupakan pengalaman dan pengetahuan dari penulis. Bagi anda yang akan memberikan kritik dan saran dapat menghubungi saya lewat alamat email: priyono.spt@gmail.com
(ILMU PETERNAKAN Site Admin)

Donate your Article


"Situs ILMU PETERNAKAN merupakan pusatnya dunia peternakan. Bagi siapa saja yang peduli akan potensi peternakan. diharapkan dapat menyumbangkan artikel, jurnal, atau lainnya untuk dapat dipublikasikan di situs ini lewat Email: priyono.spt@gmail.com. Jangan lupa disertakan CV singkat anda. Terimakasih."
(ILMU PETERNAKAN Site Admin)
 

Copyright © 2009 by ILMU PETERNAKAN