Wednesday, June 10, 2009

PENERAPAN INSEMINASI BUATAN PADA AYAM KAMPUNG

Oleh:

Priyono, S.Pt

Alumnus Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Mahasiswa Magister Ilmu Ternak Universitas Diponegoro

Kebutuhan konsumsi akan daging dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan seiring dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk. Kebutuhan atau permintaan akan daging sampai saat ini belum mampu dipenuhi oleh produksi peternakan dalam negeri, sehingga bangsa Indonesia masih harus mengimpor daging untuk menutup permintaan akan daging.

Salah satu langkah yang ditempuh oleh pemerintah Indonesia adalah dengan mencanangkan program swasembada daging. Dengan semakin dekatnya pada tahun 2010 semoga keinginan bangsa Indonesia untuk bias berswasembada daging dapat tercapai. Salah satu langkah penting yang harus dilakukan untuk mewujudkan tujuan tersebut adalah dengan meningkatkan populasi ternak.

Kebutuhan akan daging di Indonesia sebagian besar dapat dipenuhi dari daging ayam dan daging sapi. Porsi terbesar diberikan oleh daging ayam karena daging ayam memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan daging sapi. Daging ayam yang banyak dikonsumsi masyarakat adalah daging ayam broiler. Sedangkan daging ayam kampung masih langka karena populasinya masih sedikit.

Peningkatan populasi ayam kampung dapat dilakukan dengan penerapan teknologi. Salah satu teknologi yang dapat digunakan adalah Inseminasi Buatan (IB). Inseminasi buatan merupakan salah satu teknologi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak yang praktis baik secara kualitatif maupun kuantitatif. IB pada ayam kampung dapat memberikan manfaat yaitu kemampuan reproduksi dalam menghasilkan telur tetas dapat meningkat.

Keuntungan dari dilaksanakannya IB pada ayam kampung yaitu:

a. Tercapai efisiensi penggunakan ayam jantan dalam menghasilkan keturunan ayam kampung,

b. Fertilitas yang dihasilkan menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan kawin alam,

c. Mudah dilakukan seleksi terhadap ternak,

d. Hemat dari segi tempat, tenaga dan waktu.

Kelemahan akibat dilaksanakannya IB pada ayam kampung yaitu:

a. Penanganan semen pejantan yang tidak tepat dapat menghasilkan fertilitas yang rendah,

b. Kekuranghatian dapat menimbulkan luka pada alat maupun saluran reproduksi ayam,

c. Kurang efisien dibandingkan dengan IB pada ternak besar seperti sapi.

Teknik pelaksanaan IB pada ayam kampung (Syarief, 2009), yaitu dalam melakukan pengambilan dan penampungan semen sebaiknya dilakukan oleh dua orang dimana kedua orang tersebut mempunyai tugas masing-masing. Tugas orang pertama yaitu:

a. Melakukan pemijatan pada bagian punggung,

b. Pemijatan dilakukan mulai dari pangkal leher, punggung sampai pangkal ekor dengan telapak tangan membentuk sudut 400 dari tulang belakang pejantan,

c. Pemijatan dapat diulang beberapa kali sehingga ayam pejantan menunjukkan ereksi maksimal yang ditandai dengan merenggangkan bulu ekor keatas dan mencuatnya penis keluar dari permukaan kloaka.

Tugas orang kedua yaitu:

a. Melakukan penampungan semen yang berwarna putih keruh dengan tabung setelah penis ayam mengeluarkan cairan bening,

b. Penampungan dapat dilakukan setiap 15 menit dan dapat diulang 2 sampai 3 kali.

Semarang, Selasa 09 Juni 2009, Pukul 09.49

Sumber:

Syarief, R. 2009. Teknologi Reproduksi Pada Ayam Buras. Artikel. http://disnaksulsel/info.

Comments :

1
ayam kampung said...
on 

wah brmanfaat bagi kami yang sedang beternak ayam kampung. salam sukses

Cari Artikel Lain, Ketik Kata Kuncinya disini

Mesin Pencari Ilmu Peternakan Dot Com

Loading...

ILMU PETERNAKAN

Top Post

YM Online

Join Us

Share It...,,

Share |

Send Us Your Feedback


"Dari berbagai sumber" atau "Pustaka" pada beberapa tulisan di Situs ini yang mengutip dari sumber lain dicantumkan nama pengarang dan tahunnya (didalam naskah tulisan), sedangkan yang tidak dicantumkan merupakan pengalaman dan pengetahuan dari penulis. Bagi anda yang akan memberikan kritik dan saran dapat menghubungi saya lewat alamat email: priyono.spt@gmail.com
(ILMU PETERNAKAN Site Admin)

Donate your Article


"Situs ILMU PETERNAKAN merupakan pusatnya dunia peternakan. Bagi siapa saja yang peduli akan potensi peternakan. diharapkan dapat menyumbangkan artikel, jurnal, atau lainnya untuk dapat dipublikasikan di situs ini lewat Email: priyono.spt@gmail.com. Jangan lupa disertakan CV singkat anda. Terimakasih."
(ILMU PETERNAKAN Site Admin)
 

Copyright © 2009 by ILMU PETERNAKAN