Wednesday, June 10, 2009

IDENTIFIKASI JENIS PAKAN TERNAK

Oleh:

Priyono, S.Pt

Alumnus Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Mahasiswa Magister Ilmu Ternak Universitas Diponegoro

Ternak yang dibudidayakan dan dipelihara supaya dapat tercapai target produksinya harus memperhatikan adanya segitiga produksi. Segitiga produksi merupakan faktor-faktor yang harus diperhatikan dan akan menentukan keberhasilan produktivitas ternak yakni pembibitan (breeding), pakan (feeding) dan manajemen tata pemeliharaan (management). Seperti diketahui secara umum, ternak tidak dapat melangsungkan kehidupannya tanpa adanya asupakan pakan. Produktivitas ternak tinggi jika asupan pakannya balance yakni seimbang dan tercukupi bail dari segi kualitas pakan maupun kuantitas pakan.

Pakan memiliki peran yang penting bagi ternak, baik bagi pemenuhan kebutuhan hidup pokok, bunting, laktasi, produksi (telur, daging dan susu), maupun untuk kepentingan kesehatan ternak yang bersangkutan. Karena ternak jika salah diberi pakan juga dapat menimbulkan penyakit yang merugikan bagi ternak dan peternak. Jenis pakan yang umumnya diberikan pada ternak adalah hijauan dan konsentrat.

Salah satu jenis pakan ternak yaitu hijauan segar. Hijauan segar merupakan bahan pakan ternak yang diberikan pada ternak dalam bentuk segar, baik dipotong dengan bantuan manusia atau langsung disengut langsung oleh ternak dari lahan hijauan pakan ternak. Hijauan segar umumnya terdiri dari daun-daunan yang berasal dari rumput-rumputan dan tanaman biji-bijian atau kacang-kacangan. Rumput-rumputan yang sering digunakan sebagai pakan ternak yaitu rumput gajah (pennisetum purpureum), kacang-kacangan sering menggunakan daun lamtoro dan ramban menggunakan daun nangka, daun pisang dan daun petai cina.

Jenis pakan ternak lainnya yaitu jerami dan hijauan kering, silase dan konsentrat. Kelompok jerami dan hijauan kering terdiri dari semua jenis jerami dan hijauan pakan ternak yang sudah dipotong dan dikeringkan. Sedangkan silase adalah hijauan pakan ternak yang disimpan dalam bentuk segar dan umumnya berasal dari tanaman bangsa padi-padian dan rumput-rumputan. Adapun konsentrat merupakan pakan penguat yang diberikan pada ternak untuk memenuhi kecukupan nutrisi ternak. Konsentrat, contoh bahan-bahannya yaitu dedak padi, jagung giling, bungkil kelapa, garam dan mineral.

Kebutuhan ternak terhadap pakan dicerminkan oleh kebutuhannya terhadap nutrisi. Jumlah kebutuhan nutrisi ternak tergantung pada jenis ternak, umur, fase pertumbuhan dewasa, bunting, menyusui, kondisi tubuh (normal atau sakit), temperature, kelembaban nisbi udara serta bobot badannya. Sehingga setiap seekor ternak yang berbeda, kebutuhan pakannya juga berbeda.

Rekomendasi yang diberikan oleh Badan Penelitian Internasional (National Research Council/NRC) mengenai standarisasi kebutuhan ternak terhadap pakan dinyatakan dengan angka-angka kebutuhan nutrisi ternak ruminansia. Rekomendasi tersebut dapat digunakan sebagai patokan untuk menentukan kebutuhan nutrisi ternak ruminansia yang akan dipenuhi oleh bahan-bahan pakan yang sesuai dan mudah diperoleh dilapangan.

Konsumsi pakan ternak ruminansia tinggi rendahnya dipengaruhi oleh faktor eksternal (lingkungan) dan faktor internal (kondisi ternak itu sendiri). Beberapa faktor tersebut yang harus diperhatikan yaitu temperature lingkungan, palatabilitas, selera, status fisiologi, konsentrasi nutrisi, bentuk pakan, bobot tubuh, dan produksi.

Setiap bahan pakan atau pakan ternak, baik yang sengaja diberikan pada ternak maupun yang diperolehnya sendiri, mengandung unsure-unsur nutrisi yang konsentrasinya bervariasi tergantung pada jenis, macam, dan keadaan bahan pakan tersebut. Unsur nutrisi yang terkandung dalam bahan pakan secara umum terdiri dari air, mineral, protein, lemak, karbohidrat dan vitamin. Setelah dikonsumsi oleh ternak, setiap unsure nutrisi berperan sesuai dengan fungsinya terhadap tubuh ternak untuk hidup pokok dan berproduksi secara normal.

Semarang, Senin 08 Juni 2009, Pukul 07.12

Sumber:

Kartadisastra, H.R. 1997. Penyediaan dan Pengelolaan Pakan Ternak Ruminansia (Sapi, Kerbau, Domba, Kambing). Kanisius. Yogyakarta.

Pratomo, B. 1986. Cara Menyusun Ransum Ternak. Poultry Indonesia.

Comments :

1
fenny said...
on 

ada tentang toksikologi pakan ngak?

Cari Artikel Lain, Ketik Kata Kuncinya disini

Mesin Pencari Ilmu Peternakan Dot Com

Loading...

ILMU PETERNAKAN

Top Post

YM Online

Join Us

Share It...,,

Share |

Send Us Your Feedback


"Dari berbagai sumber" atau "Pustaka" pada beberapa tulisan di Situs ini yang mengutip dari sumber lain dicantumkan nama pengarang dan tahunnya (didalam naskah tulisan), sedangkan yang tidak dicantumkan merupakan pengalaman dan pengetahuan dari penulis. Bagi anda yang akan memberikan kritik dan saran dapat menghubungi saya lewat alamat email: priyono.spt@gmail.com
(ILMU PETERNAKAN Site Admin)

Donate your Article


"Situs ILMU PETERNAKAN merupakan pusatnya dunia peternakan. Bagi siapa saja yang peduli akan potensi peternakan. diharapkan dapat menyumbangkan artikel, jurnal, atau lainnya untuk dapat dipublikasikan di situs ini lewat Email: priyono.spt@gmail.com. Jangan lupa disertakan CV singkat anda. Terimakasih."
(ILMU PETERNAKAN Site Admin)
 

Copyright © 2009 by ILMU PETERNAKAN